SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG IWAN ALINURDIN SEMOGA BERMANFAAT.

Minggu, 11 Desember 2011

MENGANALISIS NUANSA MAKNA DALAM SYAIR LAGU


Mintalah teman anda untuk menyanyikan lagu berikut :
Di Balik Awan
Lagu Peter Pan

Ku tak selalu berdiri
Terkadang hidup memilukan
Jalan yang kulalui
Untuk sekedar bercerita
Pegang tanganku ini
Dan rasakan yang kuderita

Apa yang kuberikan
Tak pernah jadi kehidupan
Semua yang kuinginkan
Menjauh dari kehidupan

Tempat ku  melihat di balik awan
Aku melihat di balik hujan
Tempat kuterdiam tempat bertahan
Aku terdiam di balik hujan
Pegang tanganku ini
Dan rasakan yang kuderita
Genggam tanganku ini
Genggam perihnya kehidupan


Perhatikan kata-kata dalam syair lagu tersebnt. Kata-kata itu tampak mengandung kandungan makna yang tidak persis sama dengan makna yang asalnya. Kata awan, misalnya. Kata itu tidak berarti kabut atau benda langit. Kata awan mengandung makna sesuatu yang menghalangi yang menjadikan benda di seberangnya tampak tidak jelas. Awan juga dapat diartikan kesenduan atau kemuraman. Hal itu tampak pada kat-kata lain yang menjelaskannya: kuterdiam, kuderita, perihnya kehidupan.
Beragamnya makna tambahan yang dimiliki oleh suatu kata itulah yang dinamakan dengan nuansa makna atau makna konotasi. Begitulah sifat umum dari kata yang berada dalam suatu lagu. Kata-katanya mengandung makna tambahan disamping  makna dasarnya. Makna tanbahan Itu pun tidak satu, melainkan bermacam-macam bergantung dari sisi mana seorang pembaca menerjemahkannya.
Kembali pada lagu “Di Balik Awan’. Selain kata awan. Makna konotasi dimiliki oleh  kata berdiri, jalan, tangan, hujan, dan yang lainnya. Kata-kata itu memiliki makna tambaban di samping makna dasarnya. Makna tambahan itu dapat ditentukan oleh konteks kalimatnya; juga oleh pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing pembacanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar