SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG DI BLOG IWAN ALINURDIN SEMOGA BERMANFAAT.

Minggu, 11 Desember 2011

MENGUNAKAN KALIMAT TANYA


A.     Kalimat Tanya
Kalimat tanya (introgatif) adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang. Kalimata Tanya kita gunakan ketika ingin mengetahui barang,orang, waktu,tempat, cara, dan yang lainnya,
Perhatikan contoh penggunaannya dalam penggalan wacana di bawah ini.
 (1)   Di antara kerumunan mucullah seorang lelaki muda mendekati ibu tadi lalu berjongkok
(2)   “ ibu mau pergi ke mana?”
(3)   “ Aku mau pulang,” katanya dengan nada lemah.
(4)   “ pulang ke mana?”
(5)   “ sebenarnya aku sudah mengunjungi rumah kakakku tetapi tidak ada di rumah.”
(6)   “ memangnya rumah ibu di mana?”
(7)    “ Rumahku jauh di garut.Eh, ehm….anu.”
(8)   “ Ada apa Bu?”
(9)   “ Be…be…begini.jang.
(10)         Aku butuh uang untuk ongkos pulang.
(11)        Uangku habis bahkan untuk membeli minum pun tidak ada.”
(Sumber.Cerpen “ Ibuku sayang,Ibuku malang” oleh lina Budiarti)
Selain di tandai oleh tanda Tanya (?), kalimat itu di sertai dengan kata Tanya nama dan apa. Meskipun demikian kalimat itu ada pula yang tidak disertai dengan kata Tanya, Contoh sebagai berikut.
1)         Kaka lam sudah pergi?
2)         Ini rumah pak Tatang?
3)         Tadi malam hujan?
Untuk tujuna pencarian informasi. Misalnya, untuk bahan penulisan berita. Pertanyaan-pertanyaan itu menggunakan kata-kata Tanya yang terpola dalam rumus 5w+1H (what,who,when,where,why,hoe).

Kata Tanya
Contoh pertanyaan
Yang di tanyakan
a.      What ( Apa)

b.      Who ( siapa)

c.       When ( kepan)  
d.      Where ( di mana)

e.      Why ( mengapa)

f.       How ( bagaimana)

Apa (What) nama peristiwa itu?

Siapa (Who) yang terlibat dalam peristiwa itu?
Kapan (When) terjadinya?
 Di mana (Where) kejadiannya?

Mengapa (Why) peristiwa itu terjadi?

Bagaimana (How) kejadiannya?

Nama peristiwa

Orang/pelaku

Waktu
Tempat

Sebab

Proses/cara

Di untuk mengetahui informasi, Ternyata kalimat Tanya berguna untuk memperoleh pendapat. Untuk lebih jelasnya, perhatikan kedua kalimat Tanya di bawah ini.
1)      Siapa pelatih tarimu sekarang?
2)      Bagai mana cara nya agar kita mudah menguasai tarian itu?
Pertanyaan (a) mengharapkan jawaban yanga berupa fakta informasi, sedangkan pertanyaan (b) mengharap kan suatu pendapat. Pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan memperoleh fakta menggunakan kata Tanya apa,siapa,berapa,di mana,kapan, dan bagaimana. Sementara itu, kalimat Tanya yang mengharapkan penyampaian pendapat, menggunakan kata Tanya mengapa dan bagai mana.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut.
a.      Siapa yang mengelola ikan-ikan hasil tangkapan itu?
b.      Apakah ekspor ikan laut untuk tahun ini megalami peningkatan?
Kedua pertanyaan itu bertujuan untuk menghasilkan informasi. Pertanyaan pertama informasinya itu berupa nama orang atau instansi. Informasi kedua berupa keadaan suatu benda atau pekerjaan.
Perbedaan lainny, pertanyaan pertama mengharapkan jawaban bersipat luas, sedangkan pertanyaan kedua sekedar untuk memantap kan pemahaman. Penanya sedikit banyak sudah mempeloleh informasi itu. Hanya saja dia masih butuh kepastian. Jawaban yang di harapkannya pun singkat saja, yakni kata ya atau tidak  
Selain itu, terhadap dua aspek yang harus di perhatikan penanya dalam kegiatan tersebut:
1.      Kesantunan
2.      Kesesuaian pertanyaan dengan jenis informasi/data yang diinginkan
Kesantunan
Kesesuaian pertanyaan
(ttg identitas keluarga)
Santun
Tidak santun
Sesuai
Tidak sesuai
Maaf, nama ibu siapa
Nama ibu siapa sih?

a) Pekerjaan orang tua kakak sebagai apa?

a)      Boleh tidak saya mampir ke kantor orang tua ka

Kalau saya boleh tahu, usia ibu berapa tahun?

Usia ibu sudah tua, tapi persisnya berapa tahun,ya?

b)        Maaf, sumber pendapat kakak dari mana saja?

b)      Memang nya orang tua kakak tidak seneng berdagang?

Kesantunan seperti itu sangat perlu dijaga untuk memelihara kenyamanan, “keharmonisan”, dan keterbukaan hubungan antara penanya dengan penjawab. Adapun kesesuaian pertanyaan berguna untuk memperoleh data yang tepat serta efesiensi waktu yang diperlukan dalam proses Tanya jawab tersebut.
Kecermatan dalam menggunakan kata ganti orang juga penting kamu perhatikan. Hal ini terutama berkaitan dengan usia ataupun kedudukan orang yang kamu Tanya. Bedakan saja kesantunan dan rasa bahasa dari pernyataan – pernyataan ini.
a.   Apakah perahu itu milik Bapak?
b.  Apakah perahu itu milik Saudara?
c.   Apakah perahu itu milik Anda?
d.  Apakah perahu itu milik Kamu?
Khususnya kata Tanya dan kata ganti orang, kedua jenis kata itu sering hadir secara bersamaan ketika menyampaikan suatu pertanyaan. Perhatikan contoh – contoh berikut.
a.   <span>Bagaimana kamu</span> dapat mengatasi dahsyatnya ombak – ombak itu?
b.  <span>Apakah Saudara </span>berminat menjadi nelayan?
Dalam praktik penggunaannya, kalimat – kalimat Tanya tersebut harus sesuai dengan waktu dan tempat. Di samping itu, pertanyaan – pertanyaan itu harus sesuai dengan orangnya. Dalam percakapan biasa dapat saja kita menyampaikan pertanyaan seperti ini Apa sih yang kamu maksud dengan teknologi? Pertanyaan itu tidak tepat apabila disampaikan dalam situasi formal, misalnya dalam diskusi kelas. Pertanyaan yang diajukan harus kita tata kembali menjadi Apa yang saudara maksud dengan teknologi? Saya mohon saudara bisa menjelaskan pengertiaannya supaya dalam pembahasan selanjutnya tidak timbul salah kaprah.
Kecakapan dalam mengajukan pertanyaan sangat penting kita perhatikan kita dapat merasakan betapa banyaknya kalimat Tanya yang kita gunakan setiap harinya. Mungkin pula dari sekian pertanyaan yang kita ajukan itu kita memperoleh kekecewaan. Misalnya, karena jawaban yang kita peroleh itu memuaskan. Kegagalan tersebut bisa disebabkan oleh ketidakcakapandalam mengajukan pertanyaan. Oleh karena itu, teknik bertanya pun harus dipelajari.
Lebih – lebih apabila kita menjadi seorang wartawan. Hamper setiap waktu, kita akan bergelut dengan pertanyaan – pertanyaan. Kata harus banyak bertanyakepada berbagai narasumber dalam berbagai kesempatan. Kalau tidak, kita tidak akan mendapatkan informasi yang memadai.
Seperti halnya kalimat berita, kalimat Tanya pun banyak sekali raganya. Ada yang disebut dengan kalimat tanya retoris. Kalimat Tanya yang hanya memerlukan jawaban “Ya” atau “Tidak”, kalimat Tanya yang memiliki tujuan selain bertanya. Berikut contoh – contohnya.
1). Kalimat Tanya yang hanya memerlukan jawaban “Ya” atau “Tidak”. Kalimat ini biasa digunakan untuk tujuan klarifikasi atau meminta kepastian.
Contoh :
a). Jadi, betul para petani di sini mengalami gagal panen?
b). Katanya Anda mau menanam sayur – sayuran di lahan ini?
2). Kalimat Tanya yang tidak memerlukan jawaban (pertanyaan retoris)
Contoh :
Petani mana yang tidak ingin untung dari usahanya?
Siapa sih yang berharapusahanya merugi terus?
3). Kalimat Tanya yang memiliki tujuan selain bertanya?
Dari segi tujuannya kalimat ini serupa dengan kalimat perintah. Kalimat itu sesungguhnya berisikan suruhan, permintaan, ajakan, rayuan, sindiran, sanggahan.
Contoh :
a). Mau tidak kamu mengambil benih itu di rumah Pak Lurah? (permintaan, suruhan)
b). Kamu mau kan bekerja di kebun saya? (ajakan)
c). Masa seorang petani sekadar untuk menanam padi pun tidak bisa? (sindiran)
4). Kalimat Sapaan
Salah satu bentuk kalimat tnya, berupa sapaan. Adapun yang dimaksud dengan kalimat sapaan adalah kalimat yang digunakan untuk menyapa atau menegur seseorang atau sekelompok orang. Kalimat sapaan ditandai oleh kehadiran kata sapaan, kata – kata yang berfungsi sebagai sapaan, huruf awalnya menggunakan bentuk capital.
Contoh :
a). Bagaimana keadaan <span>Bapak</span> sekarang?
b). Apakah <span>Kakak</span> sudah makan?
c). Saya harap <span>Ibu – ibu</span> menyaksikan acara ini sampai tuntas.
d). Kehadiran <span>Tuan</span> dalam acara ini sangat kami harapkan.
e). Mungkin <span>bibi</span> masih ingat di mana barang itu disimpan?
Kata bapak, kakak, ibu – ibu, tuan dan bibi merupakan contoh kata sapaan. Contoh kata lainnya sering digunakan sebagai sapaan adalah nama – nama jabatan atau profesi, seperti dokter, suster, jendral, dan professor.
Contoh :
1. Bagaimana kesehatan adik saya <span>Dokter</span>?
2. Bisa tidak <span>Suster </span>memerikasa adik saya ini dengan segera?
3. Siap, <span>Jendral</span>. Perintah saya laksanakan.
4. Apakah penelitian ini sudah memadai, <span>Prof</span>?
Paraprase kalimat adalahproses mengubah suatu bentuk kalimat menjadi bentuk kalimat lain. Paraprase kalimat dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain, sebagai berikut.
a.   Mengubah intonasi, misalnya dari kalimat berita menjadi kalimat Tanya atau perintah.
 Contoh :
1)  Kerja.
2)  Kerja?
3)  Kerja!
Mengubah intonasi dari kalimat berita menjadi Tanya dan kalimat perintah atau sebaliknya, dapat menyebabkan perubahan arti kalimat itu. Perubahan yang dimaksud adalah dari arti ‘ memberitahu’ menjadi ‘bertanya’ atau ‘menyuruh’, dan seterusnya.
b.  Mengubah struktur atau urutan kalimat, misalnya dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif atau dari kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung.
Contoh :
1). Pak Hasan mengajak para karyawannya ke gudang.
2). Para karyawan diajak Pak Hasan pergi ke gudang.
Perubahan struktur kalimat, seperti dari kalimat aktif menjadi kalimat pasif atau sebaliknya, tidaklah mengubah makna kalimat. Seprti padacontoh kalimat di atas bahwa baik kalimat (a) maupun (b) memiliki makna bahwa yang mengajak para karyawan ke gudang adalah Pak Husen.
Mengubah struktur kalimat dapat dilakukan pula dari kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung.
Contoh :
1)  “Kapan kamu akan mudik, Dan?” Tanya si Bos kepada Dadan.
2)   Bos bertanya kepada Dadan tentang rencana mudiknya.
        Perubahan dari kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung ataupun sebaliknya,   tidaklah mengubah makna kalimat. Seperti yang tampak pada contoh di atas bahwa baik kalimat (a) maupun (b) memiliki makna bahwa yang bertanya Dadan seorang bos.
c.       Memperluas atau menambah unsur kalimat, misalnya dari kalimat minor menjadi kalimat mayor atau dari kalimat sederhana menjadi kalimat kompleks.
Contoh :
a.       Bendahara itu.
b.      Bendahara itu pergi ke luar negeri.
c.       Bendahara itu pergi ke luar negeri bersama manajernya.
Perluasan atau penambahan unsur kalimat seperti yang tampak pada contoh di atas
tidak menyebabkan berubahnya makna inti kalimat itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar